Selasa, 01 Agustus 2017

POTENSI SUMBERDAYA DESA TALANG



Sumber Daya Alam:
1. Lahan pertanian yang masih dapat ditingkatkan produktifitasnya
 karena saat ini belum dikerjakan secara optimal
2.  Lahan pekarangan yang subur, belum dikelola secara maksimal
3.  Adanya Pasar kecil yang menjadi tempat jual beli di hari rabu terutama berjuanlan sembakau belum dimamfaatkan oleh masyarakat Desa Talang.
4. Wilayah Desa Talang bagus untuk mengembangkan peternakan: sapi, kambing, ayam, bebek dan lain-lain
5. Wilayah Desa Talang bagus untuk mengembangkan kehutanan perkebunan antara lain tembakau, kebun kelapa, mangga dan lain - lain
6.   Perikanan air tawar: Lele, dan ikan hias.

Sumber Daya Manusia:
1.  Adanya sarjana/tamat perguruan tinggi.
2. Besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif dapat mendorong potensi industri rumah tangga.
3.  Kemampuan bertani yang diturunkan orang tua kepada anak sejak dulu.
4. Hubungan yang kondusif antara Kepala Desa, Pamong Desa dan masyarakat.
5.  Adanya kader kesehatan yang cukup, terutama di POSYANDU yang ada di setiap Dusun.
6.   Kemampuan membuat kerajian handycraft dan makanan olahan
7.   Adanya kelembagaan baik tingkat desa ataupun perkampungan, misal: BPD, LPMD, PKK Desa, POSYANDU, Kelompok tani

VISI DAN MISI DESA TALANG



VISI
Penyusunan RPJM Desa Talang sebagai pedoman program kerja Pemerintah Desa bersama Lembaga-lembaga tingkat Desa dan seluruh warga masyarakat Talang maupun para pihak yang berkepentingan. RPJM Desa adalah pedoman program kerja untuk masa lima tahun. RPJM Desa sebagai pedoman program kerja untuk masa lima tahun merupakan turunan dari sebuah cita-cita yang ingin dicapai dimasa depan oleh segenap warga masyarakat Desa Talang.
 Cita-cita masa depan sebagai tujuan jangka panjang yang ingin diraih Desa Talang, merupakan arah kebijakan dari RPJM Desa yang dirumuskan setiap lima tahun sekali. Cita-cita masa depan Desa Talang disebut juga sebagai Visi dan Misi Desa Talang .
Visi pemerintahan dalam membangun masyarakat Desa Talang antara lain:
1. Pemberdayaan Masyarakat
2. Mensejahterakan Warga
3. Jujur dan adil

MISI
Misi desa Talang merupakan turunan dari Visi desa Talang. Misi merupakan tujuan jangka lebih pendek dari visi yang menunjang keberhasilan tercapainya sebuah visi. Maka disusunlah Misi Desa Talang antara lain:
1.  Membangun dan mendorong majunya bidang pendidikan baik formal atau non formal yang mudah diakses dan dinikmati seluruh warga masyarakat tanpa terkecuali.
2.  Membangun dan mendorong terciptanya pendidikan yang menghasilkan insan intelektual, insan inovatif dan insan enterpreneur.
3. Membangun dan mendorong terwujudnya pendidikan kejuruan atau keahlian baik formal maupun informal yang berbasiskan dan mengembangkan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan.
4.  Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk mengembangkan sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, baik tahap produksi maupun pengolahan hasilnya.
5. Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk optimalisasi sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan, baik tahap produksinya maupun pengolahan hasilnya.
6.  Menjamin dan mendorong usaha-usaha untuk terciptanya pembangunan di segala bidang yang berwawasan lingkungan dan kebencanaan, sehingga terjadi keberlanjutan usaha-usaha pembangunan dan pemanfaatannya.

ASPEK-ASPEK SOSIAL BUDAYA DESA TALANG


Prespektif Budaya Masyarakat di Desa Talang masih sangat kental dengan budaya Madura. Hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Sumenep masih kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Madura yang tercermin dari keberadaan Keraton Kasultanan dari latar belakang budaya,kita bisa melihat aspek sosial dan budaya yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Didalam hubungannya dengan Agama yang dianut misalnya, Islam sebagai agama mayoritas dianut masyarakat, dalam menjalankanya sangat kental dengan tradisi budaya Madura.
Tradisi budaya Madura sendiri berkembang dan banyak dipengaruhi ritual-ritual agama atau kepercayaan masyarakat sebelum Agama Islam masuk. Hal ini menjelaskan mengapa peringatan-peringatan keagamaan yang ada di masyarakat, terutama Islam karena dipeluk mayoritas masyarakat, dalam menjalankannya muncul kesan nuansa tradisinya. Contoh yang bisa kita lihat adalah peringatan Tahun Baru Hijriah, sejak zaman dahulu Tahun Baru Hijriah dimaknai sebagai tahun baru Suro atau yang dikenal Suroan. Nama ini diambil adari bulan Assyuro dalam kalender Hijriah/Islam. Dalam cara memperingatinyapun bercampur antara doa-doa Agama Islam dan melakukan tindakan yang biasa dijalankan dalam tradisi masyarakat Madura. Contoh antara lain adalah aberebbe tradisi tahunan yang dilakukan menjelang Bulan Puasa/Ramadhan untuk shadaqah menengok dan membersihkan makam orang tua maupun kerabat dan leluhur, kegiatan ini dikombinasikan dengan Doa untuk yang sudah meninggal; Mauludan – berasal dari kata Milad (Bhs. Arab) artinya kelahiran Nabi Muhammad SAW. Yang diperingati di sini dengan membuat apem dibagi-bagikan ke tetangga, di Mushalla membuat Gunungan (hasil bumi dan makanan yang disusun seperti gunung) didoakan dengan cara Islam setelah itu diarak dan pada akhirnya diperebutkan oleh masyarakat yang datang dari mana-mana terutama dari Kabupaten Sumenep. 
Secara individual didalam keluarga masyarakat Talang, tradisi dipadu dengan agama terutama Islam, juga masih tetap dipegang. Tradisi ini dilakukan selain sebagai kepercayaan yang masih diyakini sekaligus digunakan sebagai bagian cara untuk bersosialisasi dan berinteraksi di masyarakat. Misalkan: tradisi mengirim doa untuk orang tua atau leluhur dilakukan dengan mengundang tetangga dan kenalan yang disebut Slametan. Selametan ini biasanya dilakukan mulai dari satu sampai tujuh hari keluarga yang ditinggal mati, yang disebut Tahlilan. Selanjutnya hari keseratus dari tanggal kematian yang disebut Slametan Nyatus, berikutnya hari kesetahun, berikutnya hari ke tiga tahun yang disebut Slametan Nyewu. Perhitungan tanggal kegiatan dilakukan dengan menggunakan tanggalan.
Bersyukur kepada tuhan karena dikaruniai anak pertama pada tradisi masyarakat Talang juga masih berjalan, disebut Pelet Petteng ketika kandungan ibu menginjak usia tujuh bulan. Namun yang paling populer di wilayah Perkampungan di Desa Talang, khususnya di masing-masing kring adalah adat tradisi Assyaro membuat bubur putih yang kemudian dimakan secara bersama-sama oleh seluruh warga masyarakat di Moshalla  masing-masing. Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan bersama yang dilakukan untuk menghormati para leluhur yang merintis tumbuhnya Perkampungan atau Desa sekaligus untuk gotong royong membersihkan desa.

POTENSI SUMBERDAYA DESA TALANG

Sumber Daya Alam: 1. Lahan pertanian yang masih dapat ditingkatkan produktifitasnya   karena saat ini belum dikerjakan secara opt...